Google+ Combustion Burner Power Plant

14 July 2013

Combustion Burner Power Plant

Burner adalah proses pembakaran (combustion)



• Peristiwa pembakaran merupakan reaksi antara bahan bakar batubara dan oksidator yang umunya digunakan di industri adalah udara (air)

• Reaksi pembakaran menghasilkan panas yang diwujudkan dalam bentuk temperatur gas hasil bakar tinggi di atas 800 derajat Celcius

• Gas hasil bakar atau zona reaksi pembakaran dihasilkan dalam bentuk volume yang mempunyai warna yang memijar (warna oranye atau kuning biru) yang disebut lidah api atau flame

• Burner secara teknologi didefinisikan sebagai sebuah alat perwujudan, pelokasian, pembentuk dan penahanan flame


Fungsi Burner

• Mencampurkan pasokan bahan bakar dan udara

• Mewujudkan terjadinya reaksi pembakaran antara bahan bakar dengan udara untuk memenuhi kriteria fungsi dan lingkungan

  • Menjaga api (flame) yang terbentuk stabil
  • Menciptakan karakteristik api yang diperlukan
  • Mendistribusikan panas pembakaran sesuai dengan karakteristik perpindahan panas yang diinginkan

Kelengkapan Burner

• Perangkat pemasokan dan pendistribusian udara untuk pencampuran yang baik dengan bahan bakar
• Perangkat pemasokan dan pendistribusian bahan bakar untukmendapatkan pencampuran yang baik dengan udara
• Perangkat pemulaan pengapian (Ignitor)
• Sumber api yang kontinu (pilot flame)
• Ruang/alat penambatan api untuk mendapatkan api yang stabil
• Ruang penciptaan pencampuran bahan bakar dan udara untuk enghasilkan karakteris api yang diinginkan
• Alat monitoring api (nyala atau mati)

Konsideran pada Operasi dan PerancanganBurner

Geometri dan ukuran burner ditentukan oleh faktor-faktor yang menjadi konsideran sehingga burner berfungsi sesuaidengan keperluan proses.

 Faktor-faktor konsideran tersebut adalah:

1. Metoda pencampuran bahan bakar dan udara yaitu dengan

  • pencampuran sempurna sebelum terjadi reaksi pembakaran (premixed), menghasilkan premixed flame.
  • pencampuran diikuti langsung dengan reaksi pembakaran menghasilkan diffusion flame.
2. Fasa bahan bakar berupa gas, cair atau padat yang memerlukan teknik pendistribusian bahan bakar yang berbeda menghasilkan rancangan burner berbeda pula

3. Ruang keberadaan api dari burner yang dapat pada

  • ruang terbuka tanpa dinding menghasilkan api dalam ruang bebas.
  • ruang tertutup dibatasi dinding menghasilkan api terkungkung.
4.  Panjang api yang diiinginkan akan memberikan burner dengan flame pendek atau api panjang

5.  Aplikasi burner untuk industri atau domestik

6. Susunan api yang memberikan klasifikasi burner flame tunggal atau flame jamak dalam bentuk matrik seperti matrik burner
7.  Bentuk flame berupa burner api selinder api lebar dan tipis

8. Operasi dan perancangan burner dikendalikan oleh fenomena pembakaran bahan bakar dan fenomena pembakaran bergantung pada jenis bahan bakar

 http://id.shvoong.com/exact-sciences/engineering/2249217-burner/

Rizal 18:08

No comments :

Post a Comment

Recent Post