Google+ ilmu pengetahuan - Puballattack
Showing posts with label ilmu pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label ilmu pengetahuan. Show all posts

4 June 2014

Perambatan gelombang radio

Gelombang radio dapat merambat melalui 3 cara yaitu:
 
radio
a. Gelombang langsung (Direct wave)
Cara yang paling mudah dimengerti untuk perambatan gelombang dari pemancar ke penerima adalah perambatan langsung. Perambatan memerlukan jalur dimana antenna pemancar dan antenna penerima dapat “saling melihat” (line of sight) dan tidak ada penghalang diantaranya, sehingga ketinggian antenna merupakankendala dalam menentukan jarak komunikasi.
Pada umumnya komunikasi yang menggunakan perambatan ini adalah komunikasi dengan frekuensi VHF dan UHF.

b. Gelombang permukaan (Ground wave)
Gelombang permukaan merambat di permukaan dan mengikuti kelengkungan bumi. Jarak jangkauannya tergantung pada frekuensi dan konduktivitas, serta topografi permukaan yang dilalui.
Gelombang permukaan pada umumnya digunakanuntk komunikasi abtara satu tempat tetap dengan satu obyek yang bergerak, atau antara dua obyek yang bergerak.

c. Gelombang antariksa (Sky wave)
Gelombang antariksa memungkinkan komunikasi dengan jangkauan melebihi jarak pandang dapat dilakukan. Pada frekuensi tertentu, gelombang radio akan dibelokkan/dipantulkan dan kembali pada jarak ratusan bahkan ribuan kilometer dari pemancar. Komunikasi dengan menggunakan gelombang antariksa ini biasanyan digunakan untuk frekuensi HF.

Rizal 10:48

SISTEM SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition)

Pertambahan kebutuhan tenaga listrik yang terus meningkat menyebabkan pula peningkatan jumlah pembangkit yang beroperasi dan penambahan sistem media tenaga listrik yang semakin kompleks. Untuk mendapatkan penyediaan tenaga listrik yang baik dan handal dibuat sistem yang saling terhubung (interkoneksi) antara seluruh pembangkit dengan media tenaga listrik. Pengaturan tenaga listrik pada sistem yang terinterkoneksi dilaksanakan oleh pusat pengatur sistem tenaga listrik. Kecepatan dan keakuratan data informasi sangatlah dibutuhan pada pengaturan sistem tenaga listrik, sehingga pusat pengatur tenaga listrik dalam melaksanakan tugas pengaturan didukung oleh peralatan yang berbasis komputer untuk membantu operator (dispatcher) dalam melaksanakan tugasnya. Sistem pengaturan yang berbasis komputer disebut Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA). SCADA adalah suatu sistem yang dapat memonitor dan mengontrol suatu peralatan atau sistem jarak jauh secara real time.  SCADA terdiri dari perlengkapan hardware dan software.

Fungsi SCADA pada Sistem Tenaga Listrik
SCADA berfungsi mulai pengambilan data pada peralatan pembangkit atau gardu induk, pengolahan informasi yang diterima, sampai reaksi yang ditimbulkan dari hasil pengolahan informasi. Secara umum fungsi dari SCADA adalah:
- Penyampaian data
- Proses kegiatan dan monitoring
- Fungsi kontrol
- Penghitungan dan pelaporan

Rizal 10:32

2 June 2014

RUMUS DAYA LISTRIK

Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem tenaga listrik, daya merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Daya listrik biasanya dinyatakan dalam satuan Watt atau Horsepower (HP), Horsepower merupakan satuan daya listrik dimana 1 HP setara 746 Watt atau lbft/second. Sedangkan Watt merupakan unit daya listrik dimana 1 Watt memiliki daya setara dengan daya yang dihasilkan oleh perkalian arus 1 Ampere dan tegangan 1 Volt. Daya dinyatakan dalam P, Tegangan dinyatakan dalam V dan Arus dinyatakan dalam I, sehingga besarnya daya dinyatakan : 

P = V x I
P = Volt x Ampere x Cos φ
P = Watt 

1. Daya Aktif adalah daya yang terpakai untuk melakukan energi sebenarnya. Satuan daya aktif adalah Watt. Misalnya energi panas, cahaya, mekanik dan lain – lain. 

P = V. I . Cos φ
P = 3 . VL . IL . Cos φ 

2. Daya Reaktif adalah jumlah daya yang diperlukan untuk pembentukan medan magnet. Dari pembentukan medan magnet maka akan terbentuk fluks medan magnet. Contoh daya yang menimbulkan daya reaktif adalah transformator, motor, lampu pijar dan lain – lain. Satuan daya reaktif adalah Var. 

Q = V.I.Sin φ
Q = 3 . VL . IL . Sin φ 

3. Daya Nyata adalah daya yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan rms dan arus rms dalam suatu jaringan atau daya yang merupakan hasil penjumlahan trigonometri daya aktif dan daya reaktif. Satuan daya nyata adalah VA
segitiga daya

Rizal 03:47

Gas alam

Gas alam sering juga disebut sebagai gas Bumi atau gas rawa, adalah bahan bakar fosil berbentuk gas yang terutama terdiri dari metana CH4). Ia dapat ditemukan di ladang minyak, ladang gas Bumi dan juga tambang batu bara. Ketika gas yang kaya dengan metana diproduksi melalui pembusukan oleh bakteri anaerobik dari bahan-bahan organik selain dari fosil, maka ia disebut biogas. Sumber biogas dapat ditemukan di rawa-rawa, tempat pembuangan akhir sampah, serta penampungan kotoran manusia dan hewan.

Komposisi kimia
Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Gas alam juga mengandung molekul-molekul hidrokarbon yang lebih berat seperti etana (C2H6), propana (C3H8) dan butana (C4H10), selain juga gas-gas yang mengandung sulfur (belerang). Gas alam juga merupakan sumber utama untuk sumber gas helium.

Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).
Nitrogen, helium, karbon dioksida (CO2), hidrogen sulfida (H2S), dan air dapat juga terkandung di dalam gas alam. Merkuri dapat juga terkandung dalam jumlah kecil. Komposisi gas alam bervariasi sesuai dengan sumber ladang gasnya.

Rizal 02:32

20 May 2014

Tips mencegah korseleting listrik dirumah

tips mencegah korseleting listrik dirumah
Di Indonesia, hampir 80% kasus kebakaran disebabkan hubungan singkat, atau yang kita kenal sebagai korsleting.

Korseleting terjadi karena adanya hubungan kawat positif dan negatif yang beraliran listrik. Hal ini disebabkan isolasi kabel rusak. Banyak penyebab mengapa isolasi kabel dapat rusak antara lain gigitan binatang, usia kabel yang tua, mutu kabel jelek dan penampang kabel terlalu kecil yang tidak sesuai dengan beban listrik yang mengalirinya.

Misalnya kabel untuk ukuran 12 ampere dialiri arus listrik 16 ampere, beban ampere yang bertambah bisa terjadi karena kabel tersebut dipakai untuk banyak peralatan listrik. Akibat yang terjadi adalah isolasi kabel menjadi panas. Suhu isolasi kabel dengan panas tinggi itu menyulut percikan api  yang akan membakar isolasi.

Aliran listrik bisa saja terputus secara otomatis oleh sekering. Namun percikan api yang kadung terjadi kemungkinan besar akan menyebabkan kebakaran. Bisa ditebak kebakaran bakal terus merembet karena isolasi kabel terbuat dari karet yang mudah terbakar.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan instalasi listrik agar terhindar dari hubungan singkat.

  1. Jangan menumpuk stop kontak pada satu sumber listrik.
  2. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya yang tersambung. Jangan lebih atau kurang.
  3. Segera tutup atau ganti kabel-kabel listrik yang terkelupas atau dibiarkan terbuka.
  4. Pastikan untuk menggunakan material listrik yang berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia).
  5. Pangkas daun, ranting cabang pohon di depan rumah kita yang hampir maupun sudah menyentuh kabel jaringan listrik.
  6. Gunakan listrik yang memang menjadi hak untuk rumah kita. Jangan pernah mencoba mencuri listrik, menghambat putaran KWh meter atau menggunakan listrik secara tidak sah.

 

Tips Merawat Instalasi Listrik di Rumah
Dalam penyambungan listrik, kabel yang terpasang di Tiang Jaringan Tegangan Rendah (JTR), kabel Sambungan Rumah (SR) sampai ke Alat Pembatas dan Pengukur (APP – terdiri dari KWH Meter dan MCB atau Mini Circulate Breaker) adalah asset milik PLN. Sedangkan rangkaian kabel yang terpasang sebagai Instalasi Listrik rumah/bangunan adalah asset milik pelanggan.

Tips berikut akan membantu Anda untuk ikut peduli dan turut memelihara Instalasi Listrik :
1. Pastikan Instalasi Listrik di rumah/bangunan milih Anda telah terpasang dengan tepat, benar dan aman serta menggunakan material listrik yang terjamin kualitasnya dan sesuai kapasitasnya.
2. Lakukan pemeriksaan rutin, minimal setahun sekali untuk memastikan apakah instalasi listrik msaih layak untuk digunakan atau perlu direhabilitasi.
3. Jika instalasi listrik telah terpasang lebih dari 5 (lima) tahun, sebaiknya perlu untuk direhabilitasi. Hal ini untuk menjaga agar instalasi listrik tetap layak dipergunakan dan mencegah kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
4. Pergunakan peralatan rumah tangga elektronik yang disesuaikan dengan daya tersambung dan kapasitas/kemampuan kabel instalasi listrik yang terpasang.
5. Jika ingin memasang, merehabilitasi atau memeriksa instalasi listrik, sebaiknya menggunakan jasa instalatir yang resmi terdaftar sebagai anggota AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia). Informasi tentang Instalatir Listrik dapat menghubungi kantor PLN terdekat.

Rizal 02:06

18 May 2014

E-Book Petroleum Production Handbook

Petroleum Production Handbook





Petroleum Production Handbook ::

1. Electrical Logging - Download
2. Reservoir Simulation - Download
3. Chemical Flooding - Donwload
4. Thermal Recovery - Download
5. Miscible-Displacement - Donwload
6. Water Injection Pressure Maintenance and Waterflood Processes - Download
7. Mud Logging - Download
8. SI Metric System of Units and SPE Metric Standard - Download
9. Oil and Gas Leases - Donwload
10. Remedial Cleanup Sand Control and Other Stimulation Treatmens - Download
11. Formation fracturing - Download
12. Acidizing - Download

13. Other well logs - Download
14. Gas Injection Pressure Maintenance in Oil Reservoirs - Download
15. Injection operation - Download
16. Valuation of Oil and Gas Reserves - Download
17. Estimation of Oil and Gas Reserves - Download
18. Gas Condensate Reservoir - Download

Rizal 01:15

22 April 2014

Electronic and Electrical Servicing

Electronic and Electrical Servicing
Consumer and commercial electronics
Second Edition
Ian Sinclair
and
John Dunton


Electronic and Electrical Servicing
Electronic and Electrical Servicing

Rizal 04:55

Basic Electrical Installation Work

Basic Electrical Installation Work 5 edition
 

I would like to acknowledge the assistance given by the following manufacturers
and professional organizations in the preparation of this book:
● The Institution of Engineering and Technology for permission to reproduce Regulations and Tables from the 17th Edition IEE Regulations.
● The British Standards Institution for permission to reproduce material from BS 7671: 2008.
● Crabtree Electrical Industries for technical information and data.
● RS Components Limited for technical information and photographs.
● Stocksigns Limited for technical information and photographs.
● Wylex Electrical Components for technical information and
photographs.
● Jason Vann Smith MIET MIEEE MBCS BOOKS for the photograph used in the page design.
I would like to thank the many College Lecturers who responded to the questionnaire from Elsevier the publishers, regarding the proposed new edition of this book. Their recommendations have been taken into account in producing this improved 5th Edition.

I would also like to thank the editorial and production staff at Elsevier the publishers for their enthusiasm and support. They were able to publish this 5th Edition within the very short timescale created by the publication of the 17th Edition of the IEE Regulations.

Finally, I would like to thank Joyce, Samantha and Victoria for their support
and encouragement.

TREVOR LINSLEY
Senior Lecturer
Blackpool and The Fylde College


Basic Electrical Installation Work
Basic Electrical
Installation Work

Rizal 04:46

27 July 2013

MILITARY SOFTWARE ENGINEER TASK FORCE (MSETF)



(Suatu Ide Pemeliharaan Level Software Alat Utama Sistem Senjata TNI AU)

 

Kapten Lek Ir. Arwin D.W. Sumari, FSI, FSME, VDBM, SA1



Militer (baca : Tentara Nasional Indonesia) tidak akan pernah lepas dari teknologi dan perkembangannya baik dalam skala regional (dalam negeri) maupun internasional. Pengalaman di beberapa medan pertempuran telah membuktikan bahwa teknologi memegang peranan yang sangat penting atau dengan kata lain “who invents a new technology he will win the war.  Sebagai contoh adalah peperangan yang digelar oleh Amerika Serikat yang diberi sandi “Endurance Freedom” saat menghadapi pemerintahan Afghanistan di bawah rezim Taliban atau saat perang melawan Irak yang menginvasi Kuwait beberapa tahun yang lalu.


Medan perang adalah salah satu sarana terbaik untuk menguji coba suatu penemuan mesin perang baru.  Tidak sedikit peralatan perang baru harus dirancang untuk menghadapi situasi medan perang tertentu seperti kondisi daerah perang yang bergunung-gunung, gurun pasir atau di bawah laut, belum model pertahanan yang telah dipersiapkan oleh pihak lawan seperti goa-goa yang berliku- liku dan bunker-bunker dengan ketebalan lapisan yang tidak umum. Salah satu kunci Kemenangan perang ditentukan dari kemampuan peralatan perang yang diciptakan tersebut untuk menghadapi situasi tersebut dan di sinilah teknologi harus berperan.


Di dalam setiap  peperangan, serangan pembukaan pasti akan dilakukan  oleh  kekuatan perang yang dapat bergerak dengan cepat mencapai titik sasaran, melaksanakan serangan dan kembali dengan cepat pula ke pangkalannya dan hal ini hanya dapat dilakukan oleh Angkatan Udara. Gebrakan awal yang mengejutkan akan menciutkan nyali lawan sehingga komponen perang lainnya dapat dengan segera bergerak menuju ke daerah lawan dan merebut sasaran strategis yang pada akhirnya akan melumpuhkan kekuatan lawan.  Sehingga tidaklah aneh bila perkembangan teknologi dirgantara  khususnya  aplikasi  militer  sangat  cepat  dan  lebih-lebih  lagi  sebagian  besar  aplikasi tersebut berbasis komputer sehingga tidaklah heran bila TNI AU sulit untuk mengikuti perkembangannya. 

Rizal 19:53

28 June 2013

Sifat - Sifat Batubara

Analisa batu bara diperlukan untuk apakah batu bara tersebut bisa digunakan pada PLTU atau tidak bisa  digunakan karena diluar range design PLTU tersebut. Selain itu analisa batubara diperlukan untuk mengetahui kualitas batubara tersebut. Analisa yang umumnya dipakai di PLTU adalah analisa Proximate.

Analisa proximate batubara terdiri dari beberapa analisa dasar batubara, yang bertujuan praktis untuk menilai kualitasnya. Analisa proximate ini dilakukan rutin setiap kedatangan pengiriman batubara, yang terdiri dari :
· Volatile Matter
· Abu
· Karbon
· Nilai kalor
· Moisture
· Grindabilitas

Rizal 20:44

Sumber-sumber air

Sumber-sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan adalah sebagai berikut:

1. Air laut
Air laut memiliki kandungan garam-garam yang cukup banyak jenisnya dan salah satu diantaranya adalah garam NaCl (2,7%)

2. Air tawar
Air tawar dapat digolongkan menjadi tiga yaitu:

a. Air hujan
Air hujan merupakan sumber air yang sangat penting terutama bagi daerah yang tidak memiliki atau memiliki sedikit sumber air tanah maupun air permukaan.

b. Air permukaan
Air permukaan merupakan air baku utama bagi produksi air minum di kota-kota besar. Sumber air permukaan dapat berupa sungai, danau, mata air, waduk, empang, dan air dari saluran irigasi. Kandungan pengotor (impurities) yang terdapat dalam air permukaan sangat bervariasi, bergantung pada lingkungannya. Bahan-bahan seperti pestisida, herbisida, dan limbah industri, banyak terkandung pada air permukaan.

Rizal 20:25

Recent Post