Google+ RUMUS DAYA LISTRIK

2 June 2014

RUMUS DAYA LISTRIK

Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem tenaga listrik, daya merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Daya listrik biasanya dinyatakan dalam satuan Watt atau Horsepower (HP), Horsepower merupakan satuan daya listrik dimana 1 HP setara 746 Watt atau lbft/second. Sedangkan Watt merupakan unit daya listrik dimana 1 Watt memiliki daya setara dengan daya yang dihasilkan oleh perkalian arus 1 Ampere dan tegangan 1 Volt. Daya dinyatakan dalam P, Tegangan dinyatakan dalam V dan Arus dinyatakan dalam I, sehingga besarnya daya dinyatakan : 

P = V x I
P = Volt x Ampere x Cos φ
P = Watt 

1. Daya Aktif adalah daya yang terpakai untuk melakukan energi sebenarnya. Satuan daya aktif adalah Watt. Misalnya energi panas, cahaya, mekanik dan lain – lain. 

P = V. I . Cos φ
P = 3 . VL . IL . Cos φ 

2. Daya Reaktif adalah jumlah daya yang diperlukan untuk pembentukan medan magnet. Dari pembentukan medan magnet maka akan terbentuk fluks medan magnet. Contoh daya yang menimbulkan daya reaktif adalah transformator, motor, lampu pijar dan lain – lain. Satuan daya reaktif adalah Var. 

Q = V.I.Sin φ
Q = 3 . VL . IL . Sin φ 

3. Daya Nyata adalah daya yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan rms dan arus rms dalam suatu jaringan atau daya yang merupakan hasil penjumlahan trigonometri daya aktif dan daya reaktif. Satuan daya nyata adalah VA
segitiga daya

S = P + jQ, mempunyai nilai/ besar dan sudut
S = S < φ
S = P2  + Q2 <   φ 

Untuk mendapatkan daya satu phasa, maka dapat diturunkan persamaannya seperti di bawah ini : 

S = P + jQ 

Dari gambar diatas terlihat bahwa maka :

P = V.I Cos φ
Q = V. I Sin φ
S = V. I. Cos φ + j V. I Sin φ  
S1φ  = V. I. (Cos φ + j Siφ) 
S = V. I. ej  φ 
S1 φ = V. I < φ
S1 φ = V. I *
Sedangkan untuk rangkaian tiga phasa mempunyai 2 bentuk hubungan yaitu

Hubungan Bintang 
hubungan bintang

dimana :
VRS = VRT = VST = VL ; Tegangan antar phasa
VRN = VSN =VTN = VP ; Tegangan phasa
IR = IS = IT = IL (IP) ; Arus phasa /Arus saluran
Bila IL adalah arus saluran dan IP adalah arus phasa, maka akan berlaku hubungan: 
IL = IP
VL = 3 VP 
 
Hubungan Segitiga
hubungan segitiga
Di mana :
IRS = IST = ITR = IP ; Arus phasa
IR = IS =IT = IL ; Arus saluran
VRS = VST = VTR = VL (VP) ; Tegangan antar phasa
Bila VL adalah tegangan antar phasa dan VP adalah tegangan phasa maka berlaku hubungan : 
VL = VP
IL = 3 . IP
Dari kedua macam rangkaian di atas, untuk mendapatkan daya tiga phasanya maka dapat digunakan rumus :
S(3) = 3 . VL. IL

Rizal 03:47

No comments :

Post a Comment

Recent Post